Cahaya Surga

Sebuah Harapan, Sebuah Penantian

Kau...

www.tips-fb.com

Kau kini berubah
Selalu murung tanpa alasan yg pasti
Ada apa sebenarnya denganmu
Tiap kali kutanya, kau hanya diam seribu bahasa
Malah tiba-tiba kau marah padaku ato entah pada siapa
Suaramu menggelegar dan mencekam
Lalu tanpa kusadari kau menangis begitu saja
Membuatku dan orang-orang cemas
Mencari tempat tu' berteduh, mencari tempat tu' bernaung

Kapan semua ini akan berakhir
Semua itu adalah sebuah misteri Ilahi

Inspirasi : Saat kehujanan Selasa, 13 Jan 09

Read More..

NoL

www.tips-fb.com


Aku adalah sebuah titik diantara sebuah garis
Akulah debu yang tertiup angin sewaktu senja di Kalahari

Akupun hanyalah seonggok karang yang tak berdaya dihantam ombak

Aku hanya bisa pasrah, diam dan termenung

Namun ku bersyukur masih bisa tersenyum

Tatkala menyaksikan eloknya Sang Surya di saat dia hendak tertidur

Di saat ia tergantikan oleh Sang Dewi

Read More..

Antara Kebenaran dan Pembenaran

www.tips-fb.com

Seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain???

Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil???

lihat ke bawah ini....


Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman?

Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi
kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.

Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

Jika Anda berada di tempat pengaturan perjalnan Kereta Api berpendapat bahwa tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.

Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.

Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta, dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat, dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar.

Read More..